Pelukan untuk Mama

Oleh :   |   January 24, 2013   |   1 Comment

Dingin. Basah. Aku memeluknya erat dari belakang. Menempelkan kepalaku di punggungnya. Sekadar untuk mendapatkan sedikit rasa hangat. Mempererat pelukanku, agar tubuhku tak ikut basah.

Hujan pagi itu, menghambat perjalanan kami. Dia berjibaku membelah jalan raya. Membelah hujan. Memastikan bahwa aku sampai dengan selamat ke sekolah. Aku meringkuk di dalam jas hujan, di belakangnya.

Jas hujan itu tidak bisa melindungi kami dengan sempurna dari terpaan hujan. Kulihat sekilas, kaki Mama basah. Begitu pula yang terjadi pada sepatuku. Basah. Aku mendesah. Pasti nanti masih ribet mengeringkan sepatuku yang basah ini agar lebih nyaman saat mengikuti pelajaran di kelas.

Terbayang teman-temanku yang selalu diantar jemput dengan mobil-mobil mewahnya. Mereka sampai di sekolah dalam keadaan baik-baik saja. Tidak sepertiku yang kuyup dan kacau balau.

“Mama, gimana kalau hari ini tidak usah berangkat ke sekolah?” keluhku tadi pagi. Ia mengerutkan keningnya.

“Kenapa begitu?” tanyanya.

“Di luar hujan deras,” aku menunjuk ke arah jendela, tampak cuaca yang tidak begitu bersahabat. Langit menumpahkan tangisnya tanpa henti.

“Hemm… ya sudah, kalau nggak mau sekolah. Mama sih nggak masalah, kalau kamu mau terima risikonya, nggak bisa belajar, nggak bisa ketemu teman-teman, ketinggalan hal-hal seru yang mungkin saja terjadi di sekolah hari ini. Dan… ah iya, bukannya hari ini ada pelajaran Bahasa Indonesia. Waduh, bisa jadi sekarang ada tugas mengarang. Dan dapat dipastikan bahwa predikatmu sebagai jago mengarang di kelas, bahkan di sekolah, akan tergeser oleh teman-temanmu, karena kamu nggak ikut mengarang hari ini. Kan nggak berangkat sekolah. Gimana tuh?” terangnya panjang lebar.

Aah… Mama, selalu saja bisa buat aku berubah pikiran.

***

Dia masih membelah jalan raya. Membelah hujan. Sesekali berhenti di lampu merah. Menikung. Melajukan motornya, tak peduli hujan yang terus mendera.

Sesekali jas hujan itu tersibak. Aku terpekik kecil saat air hujan menciprat sedikit pada rok seragam sekolahku. Kupererat pelukanku padanya.

Mama menghentikan motornya di halaman parkir sekolahku. Dengan payung, ia mengantarku sampai ke beranda di depan kelas.

“Mama, coba kita punya mobil. Pasti enak, nggak kebasahan kalau hujan begini,” rengekku begitu sampai di beranda depan kelas. Mama hanya tersenyum. Ia membantuku merapikan rambut dan bajuku yang sedikit berantakan akibat perjalanan kami tadi.

“Iya, memang enak. Tapi nanti tak ada lagi yang memeluk Mama seperti tadi sepanjang perjalanan,” jawabnya. Masih dengan senyum yang setia menghias wajah manisnya.

“Memangnya Mama suka?” tanyaku.

“Suka sekali,” jawab Mama sambil mengusap kepalaku lembut.

“Sudah sana, masuk kelas. Nanti terlambat.” Aku mengangguk. Mama masih mengawasi sampai aku benar-benar masuk ke dalam kelas. Aku meliriknya saat Mama mengambil payung, dan bersiap pergi.

“Mama!!” panggilku dari ambang pintu kelas. Mama membalikkan badannya ke arahku.

“Kalau gitu nggak usah beli mobil saja!” seruku. Aku yakin dia mendengarnya, meskipun suara hujan sedikit menghalangi percakapan jarak jauh kami. Karena kulihat dia tersenyum, mengacungkan jempolnya, kemudian memberi isyarat agar aku segera kembali ke kelas. Aku sedikit terbahak, lalu bergegas masuk kelas.

***

Tahun berlalu. Dan aku masih suka memeluknya dari belakang, saat Mama terduduk menatap senja beranda rumah. Kadang dia terkaget dengan tindakanku yang tiba-tiba.

“Mama masih suka bila kupelu seperti ini?” tanyaku.

“Selalu suka,” jawabnya sambil tersenyum. Senyum yang sama seperti dulu. Saat dia mengusap kepalaku di beranda sekolah waktu itu.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.2/10 (5 votes cast)
Pelukan untuk Mama, 8.2 out of 10 based on 5 ratings

One Trackback

  1. By Selamat Buat Para Pemenang 22 Hari Bercerita Seri Tiga on February 24, 2013 at 11:42 am

    [...] Pelukan untuk Mama oleh Kak @dtinta [...]

Post a Comment

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>