Rindu sang Rio

Oleh : penulis pengguna   |   March 5, 2012   |   No Comments

Dia hanya bisa diam dan pasrah. Dia hanya bisa melihat tanpa bisa menentang. Dia itu sebenarnya pendengar yang baik. Tapi dia tidak pernah diberi perhatian lebih oleh orang disekitarnya.

Dia itu sebenarnya manis. Tapi banyak orang malas untuk menyapanya. Dia itu tidak pernah mengharapkan apapun. Hanya ingin dihargai dan diingat. Dia itu sebenarnya berharga. Tapi banyak orang tidak menyadarinya.

Dia adalah β€œbuku”. Namanya Rio. Rio adalah Buku Sejarah Indonesia yang sudah lama tersimpan di dalam rak perpustkaan. Dulu, Rio sering dibaca oleh kaka-kaka yang sedang istirahat di sela jadwal kuliah mereka yang padat. Dulu Rio sering dibaca dan dibawa pulang kerumah oleh para guru sejarah untuk bahan referensi atau sekedar mengisi waktu. Dulu Rio tidak pernah kesepian, selalu ditemani dan menemani. Tapi sekarang….

Rio sedih sekali. Ia sangat kesepian, karena sudah sangat jarang sekali yang mengambil dia dari rak. Rio sekarang selalu iri melihat teman-teman nya yang masih memiliki banyak teman. Bahkan sekarang Rio sudah dipindahkan ke rak yang belakang. Betapa sedih nya hati Rio.

Rio tidak menginginkan apapun. Ia hanya ingin ditemani dan dihargai. Ia rindu ketika dulu banyak orang yang memilihnya. Rio senang mendengar keluh kesah orang orang yang mengambilnya dari rak. Rio senang melihat orang-orang dapat menemukan jawaban dari dirinya.

Minat baca orang Indonesia sekarang sudah sangat menurun. Sudah jauh berbeda saat dulu Rio sering diambil dari rak nya oleh kakak-kakak yang sedang kuliah atau para guru untuk bahan refernsi. Rio semakin sedih saja, sekarang sudah bermunculan gadget-gadget canggih. Sehingga, keberadaan buku seperti Rio seperti sudah dilupakan dan dinomorduakan. Padahal, informasi yang terdapat di dalam buku seperti Rio lebih lengkap dan akual.

Rio juga rindu kepada kakak-kakak yang dulu sempat membaca dirinya. Rio juga ingin seperti dulu lagi, dipinjam samapi dibawa pulang kerumah oleh sang peminjam. Tapi, sekarang mungkin tidak akan bisa lagi…..

Tapi, Rio ngga boleh sedih. Karena kalau Rio sedih, gimana Rio mau bersinar dan kembali di pilih oleh kaka-kaka? Rio harus tetap semangat dan harus tetap tersenyum. Rio yakin suatu saat nanti, pasti akan ada satu orang yang memilih Rio lagi. Rio harus optimis! J

 

Pesan :

  • Zaman sekarang sudah sangat jarang anak-anak yang hobi nya membaca. Kebanyakan dari mereka lebih sering bermain game, dan ber-social network-ing dari pada membaca. Padahal membaca adalah salah satu modal untuk bekal masa depan nanti.
  • Yang dapat diambil pelajarannya dari tokoh Rio adalah, kita harus selalu optimis dan semangat. Karena dengan bengitu kita akan bisa mencapai apa yang kita inginkan. Tidak pernah menyalahkan siapa pun atas musibah yang datang. Dan kita patut bersyukur atas apa yang kita punya sekarang.
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Post a Comment

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>